LUWU — Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Kabupaten Luwu resmi berakhir. Penutupan kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Senin (16/2/2026) malam, dipimpin langsung oleh Patahudding. Dalam ajang tersebut, Kecamatan Ponrang berhasil meraih predikat Juara Umum setelah mengumpulkan nilai tertinggi dari berbagai cabang lomba.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa MTQ harus dimaknai lebih dari sekadar kompetisi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan instrumen strategis untuk membangun kesadaran masyarakat agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, terutama di tengah tantangan sosial dan arus globalisasi yang kian kompleks.
Ia menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan akhlak, budi pekerti, dan agama, kata dia, menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang kuat secara moral dan spiritual.
“MTQ bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an tumbuh dan hidup dalam keseharian masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen daerah untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an, dengan target besar mewujudkan Kabupaten Luwu bebas buta aksara Al-Qur’an. Momentum MTQ diharapkan menjadi tonggak kebangkitan generasi Qur’ani di Bumi Sawerigading.
Berdasarkan hasil keputusan dewan hakim, Kecamatan Ponrang keluar sebagai Juara Umum dengan perolehan 363 poin. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Larompong Selatan (285 poin), Kecamatan Bajo (252 poin), Kecamatan Larompong (208 poin), Kecamatan Lamasi (142 poin), Kecamatan Bua (133 poin), Kecamatan Suli (112 poin), Kecamatan Walenrang Utara (96 poin), Kecamatan Bua Ponrang (86 poin), dan Kecamatan Ponrang Selatan (75 poin).
Pada kategori devile, Kecamatan Ponrang kembali meraih peringkat pertama, disusul Kecamatan Walenrang, Kecamatan Kamanre, dan Kecamatan Walenrang Barat.
Ketua Panitia MTQ XXXIV Kabupaten Luwu, Ahyar Kasim, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ selama lima hari. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, dewan hakim, serta seluruh peserta dan masyarakat yang turut menyemarakkan kegiatan tersebut.
Dengan berakhirnya MTQ XXXIV, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh, sekaligus memperkuat karakter religius masyarakat Kabupaten Luwu.













Komentar