PALOPO — Peristiwa memilukan terjadi di RT 002 RW 003, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Dua balita dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam galian septic tank di sekitar rumah keluarga mereka.
Kedua korban masing-masing bernama Ashila (3) dan Alfat (3), yang diketahui merupakan warga RT 003 RW 002, kelurahan yang sama.
Berdasarkan keterangan saksi, Arkan (9), kakak dari salah satu korban, sekitar pukul 15.00 WITA masih melihat adiknya bermain di ayunan. Namun tak lama berselang, saat ia kembali mencari, korban sudah tidak terlihat. Ia hanya menemukan sandal di samping rumah nenek mereka.
Merasa curiga, Arkan kemudian mencari di sekitar lokasi hingga akhirnya menemukan kedua korban berada di dalam galian septic tank dalam kondisi terapung dan mulut berbusa. Ia pun berteriak meminta bantuan sambil berusaha mengangkat korban keluar dari lubang tersebut.
Warga dan keluarga yang datang kemudian turut membantu evakuasi. Kedua korban sempat dibawa ke rumah sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Mega Buana untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya dinyatakan meninggal dunia.
Orang tua salah satu korban, Andi Sirajuddin (27), mengaku saat kejadian dirinya tengah bekerja. Ia mengetahui peristiwa tersebut setelah dihubungi keluarga dan langsung pulang ke rumah, namun mendapati anaknya sudah tidak bernyawa.
Sementara itu, Raismundar (32), ayah dari korban lainnya, mengungkapkan bahwa dirinya sedang berada di rumah saat kejadian. Ia mengetahui insiden tersebut setelah anaknya dibawa pulang dalam kondisi tidak sadarkan diri, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa galian septic tank tersebut berukuran sekitar 1 x 1,5 meter dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter. Lubang itu telah digali sekitar tiga bulan lalu untuk kebutuhan penampungan air, namun tidak dilengkapi penutup.
Kapolsek Wara Selatan, IPTU Yusran Sa’buran, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, lubang tersebut tidak memiliki penutup sehingga sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya saat bermain di sekitar lingkungan rumah.
“Kami mengingatkan agar setiap galian atau lubang di sekitar rumah diberi pengaman yang layak guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan lingkungan, terutama bagi anak-anak yang masih membutuhkan pengawasan ekstra saat beraktivitas. (*)























Komentar