Bupati Luwu Baca Dongeng di Depan Siswa SD, Dorong Budaya Literasi Sejak Usia Dini

LUWU  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu terus berupaya meningkatkan minat baca sekaligus membentuk karakter generasi muda melalui berbagai program literasi. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan Layanan Perpustakaan Keliling dan Pembinaan Perpustakaan Desa yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kamis (31/7/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Luwu, H. Patahudding, hadir langsung dan membacakan dongeng untuk siswa-siswi sekolah dasar. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Luwu ini disambut antusias oleh para siswa yang tampak serius mendengarkan kisah yang dibacakan.

BACA JUGA :  Pemkab Luwu Pastikan Perbaikan Jembatan Amblas di Larompong pada 2026

Menurut Bupati, pembiasaan membaca dan mendengarkan cerita sejak usia dini merupakan langkah penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Ia menekankan bahwa kegiatan mendongeng tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media edukasi yang mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan sekaligus merangsang imajinasi anak-anak.

“Dongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai moral, membangkitkan rasa ingin tahu, sekaligus memperluas imajinasi anak-anak,” ujar Patahudding.

Ia menambahkan, kegiatan literasi ini merupakan bagian dari program prioritas Pemkab Luwu yang juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2029. Program tersebut dirancang untuk mendorong terciptanya budaya membaca di tengah masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.

BACA JUGA :  Bupati Luwu Janjikan Pembangunan Kawasan Wisata Religi Lapandoso pada 2026

Berdasarkan data baseline 2024, tingkat kegemaran membaca masyarakat Luwu tercatat berada pada angka 65,35 dan ditargetkan meningkat menjadi 70,83 pada 2029. Pertumbuhan kegemaran membaca yang saat ini berada di angka 30,71% juga ditargetkan naik menjadi 47,45% dalam lima tahun mendatang. Selain itu, indeks pembangunan literasi masyarakat diproyeksikan naik dari 62,35 pada 2024 menjadi 70,28 pada 2029.

Dengan program literasi berbasis kearifan lokal seperti layanan perpustakaan keliling dan pembinaan perpustakaan desa, Pemkab Luwu optimistis dapat membangun ekosistem membaca yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan, sekaligus mencetak generasi muda Luwu yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya(*)

BACA JUGA :  Silahturahmi Penyuluh Pertanian dan KWT, Asrul Sani Harap Bahas Peningkatan Hasil Pertanian

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar