Lomba Ma’balendo, Desa Jenne Maeja Hibur Penonton 

LUWU, LAYARNEWS.ID — Hari ke-2 Lomba Ma’balendo se-Kecamatan Ponrang Selatan Berlangsung Meriah, sedikitnya 5 desa menampilkan kreatifitas Budaya yang identik dengan panen rakyat itu.

Salah satu tim yang ikut tampil pada hari ke-2 dengan nomor undian ke-9 yakni Desa Jenne Maeja.

Penampilan tim Balendo Desa Jenne Maeja di sambut gelagak tawa para penonton dikarenakan salah-satu peserta laki-laki mengunakan kebaya lawas.

Kepala Desa Jenne Maeja, Lukman Sebagai Pabbicara (Pembicara) menuturkan asal-usul dari kesenian musik tradisional dengan alat Bambu dan perahu kayu itu.

” Kesenian ini merupakan salah-satu kesenian nenek moyang kita dari dulu kesenian ini dilakukan dalam bentuk kegembiraan dan kesyukuran kepada sang pencipta atas panen yang melimpah,” terang Lukman, Jumat 17 Juni 2022

Lanjut Lukman menjelaskan bahwa kesenian ini dulunya di gunakan nenek moyang sebagai hiburan pada saat menggelar suatu acara.

” Kesenian ini dulunya di sajikan pada acara pesta panen, pernikahan atau kegiatan adat lainnya,” tambah Lukman

Lebih jauh Lukman menjelaskan bahwa kesenian ma Balendo merupakan perpaduan semua kegiatan petani saat Bertani di sawah.

” Kesenian ini berbagai macam gerak, gerak ma’bingkung (mencangkul) yang melambangkan gerak awal ketika petani berladang di sawa, mattanang (menanam), Massula ( menanam ulang di tempat kosong), massomporo (Menyemprot padi dengan alat Semprot), makkandao (memanen padi) massamba ( proses memisahkan buah padi dan batang dengan cara memukulkan ke alat yang terbuat dari kayu atau bambu) dan kegiatan-kegiatan petani di ladang sawah lainnya,” jelasnya.

 

(Att)

 

 

Komentar