Manjakan Pengunjung, Bukit Mungkajang Sajikan Keindahan Kota Palopo di Malam Hari

PALOPO – Kota Palopo, menyimpan begitu banyak potensi wisata, mulai dari wisata religi, budaya, kuliner dan potensi wisata alam yang tidak kalah indahnya dengan daerah lain.

Untuk destinasi wisata religi, Kota Palopo menyuguhkan Masjid Jami Tua sebagai salah satu peninggalan sejarah serta sebagai salah bukti awal masuknya Islam di Tana Luwu.

Kemudian tidak jauh dari Masjid Jami Tua Palopo, para wisatawan juga dapat melihat dan mengunjungi Istana Kedatuan Luwu. Untuk wisata kuliner sendiri, Tana Luwu khususnya Kota Palopo memiliki sejumlah makanan tradisional, seperti kapurung, pacco dan lain sebagainya.

Nah, untuk destinasi wisata alam, Kota Palopo memiliki sejumlah destinasi seperti Pantai Labombo, Permandian Alam Latuppa, Permandian Alam Batupapan, hingga wisata alam kambo.

Terbaru, Potensi destinasi wisata baru Bukit Mungkajang ini terletak di RT 01 RW 06 Kelurahan Mungkajang Kecamatan Mungkajang Kota Palopo.

Menurut Lurah Mungkajang, Mari Padang menyebutkan, pihaknya telah memikirkan hal tersebut setelah melihat potensi tersebut.

“Salah satu keunggulan apabila di wilayah ini dijadikan sebagai destinasi wisata yaitu lokasinya yang menyajikan keindahan pusat Kota dari kejauhan utamanya di malam hari, itu bisa langsung dilihat karena tak ada objek yang menghalangi pandangan,” sebutnya

Lokasinya juga tak jauh dari pusat Kota. Cukup melalui Jl Pong Simpin kemudian memasuki Lorong Janda dan melakukan pendakian sekitar  1 km menggunakan sepeda motor, pengunjung sudah dapat mendapati sebuah dataran di ketinggian untuk mendirikan tenda perkemahan.

“Untuk itu ke depan, jalan dulu yang akan kami benahi, setelah itu kami akan mengelola lahan yang luasnya sekitar lima hektare ini dan memerlukan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk memaksimalkan pembangunannya,” ungkap Mari Padang.

Adapun manfaat yang dapat dirasakan oleh masyaakat di Kelurahan Mungkajang apabila objek wisata ini terbangun, kata Maripadang, mereka dapat berjualan minuman tradisional seperti Sarabba dan menjajakan hasil perkebunan mereka seperti durian, rambutan, langsat, hingga mangga yang memang lokasi ini merupakan pusat penghasil buah-buatan.

“Kita akan mengonsep seperti yang ada di Kambo, pengunjung dapat menikmati Sarabba sambil melihat pemandangan Kota Palopo dari ketinggian,” ujarnya.

Untuk diketahui, lahan yang akan dikelola menjadi destinasi wisata baru Kota Palopo ini nantinya merupakan lahan milik Lurah Pajalesang, Ulpan SAn yang berbatasan langsung dengan tanah milik Sekertaris Camat Wara Selatan, Mardi, dan Anggora DPRD Kota Palopo, Budi Rani Ratu SH serta lahan milik Lurah Mungkajang sendiri.

Nampak pemuda dan warga sekitar mulai ramai mengunjungi lokasi ini karena panorama yang disajikan memanjakan mata dan cukup untuk menenangkan diri dalam mengisi liburan akhir pekan. (Kahfi)

Komentar