APEL Tuntut Dekan FTIK IAIN Palopo Keluarkan SK, Dekan: Tidak Demokratis

PALOLO, LAYARNEWS.ID — Viral di media sosial, Mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Peduli Lembaga (APEL) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), IAIN Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak 4 hari terakhir. Aliansi Peduli Lembaga, menggelar aksi tersebut sejak Selasa (9/8) hingga Jumat (12/8).

Tampak dalam video unggahan di sosial media sejumlah mahasiswa sedang berorasi sambil membakar ban bekas. Tak hanya itu tampak juga dalam sebuah unggahan foto memperlihatkan aliansi memboikot jalan masuk gedung FTIK.

Dikutip dari berbagai sumber, Puluhan massa demontrasi itu diketahui menuntut Dekan FTIK agar mengeluarkan SK pengurus salah satu lembaga internal di IAIN Palopo.

“Situasi yang diharapkan adalah harmonisasi antara lembaga mahasiswa dan birokrasi kampus yang harusnya berjalan berdampingan,” ucap Dwi Bahyudi.

Tak hanya menuntut dikeluarkannya SK, massa juga meminta Dekan FTIK mundur dari jabatannya karena diduga telah mengeluarkan ucapan yang menurut massa aliansi hal tersebut tidak pantas untuk dikeluarkan.

“Ini mencederai independensi lembaga mahasiswa hingga keluar perkataan dari dekan FTIK: Tanya Bosmu. Kami juga meminta agar dekan FTIK mundur dari jabatannya, atas perkataan tersebut, sebab sangat tidak profesional,” katanya.

Sementara menurut sumber lain yang menolak untuk disebutkan namanya, membeberkan alasan SK tak dikeluarkan karena terdapat penolakan dari beberapa pengurus lembaga internal lingkup mahasiswa FTIK.

“Memang pernah ketemu pihak Dema-F dan KPM ke dekan untuk SK. Tapi Dekan tidak mau Keluarkan karena ada bentuk penolakan semua HMPS,” ucapnya.

Bahkan dikatakannya, pengumuman bakal calon hingga penetapan ketua DEMA-F, tidak melibatkan perwakilan setiap kelembagaan lingkup FTIK.

“Pengumuman bakal calon, baru langsung pembacaan konsederan ketua terpilih, itupun tidak ada bentuk Undangan ke kelembagaan mahasiswa pada saat pembacaan konsederan tersebut,” imbuhnya.

Menanggapi masalah itu, Dekan FTIK, Dr. Nurdin Kaso turut angkat bicara. Ia sama sekali tidak mempersoalkan mahasiswa yang sedang berunjuk rasa. Kendati begitu ia berharap aksi tersebut tidak ditunggangi oleh kepentingan lain.

“Tidak apa-apa ji demo, yang penting tidak ada yang menunggangi,” ucap Nurdin saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, mahasiswa dalam menetapkan gal demikian belum memiliki pedoman dengan kelembagaan mahasiswa di lingkup FTIK. Ia berdalih perlunya SK Rektor untuk mengatur hal demikian

“Di IAIN belum ada pedoman umum terkait dengan kelembagaan kemahasiswaan, seharusnya ada SK Rektor yang mengatur sistem kelembagaan kemahasiswaan agar semuanya jelas,” terangnya.

Ia mengaku sempat dikunjungi oleh ketua Dema terpilih untuk membicarakan terkait SK yang menjadi pokok permasalahan. Hanya saja ia tak menggubris hal demikian karena menganggap penetapan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Mahasiswa tidak dilakukan secara demokratis.

“Datang itu DEMA yang terpilih oleh KPM, saya bilang ‘naik mi itu penolakannya HMPS’, nanti kalau saya bikinkan SK, semua itu 7 HMPS di FTIK menggugat juga. Saya sudah kumpulkan semua pengurus HMPS, semua mengaku alasannya tidak demokratis. 7 HMPS itu semua alasannya,” pungkasnya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar